
Narasumber: Ustadz Khusnul Khoir Pulungan
Bandung, 19 Oktober 2025 — Menjelang Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung mewawancarai Ustaz Khusnul Khoir Pulungan, tenaga pengajar Ma’had Al-Jami’ah. Ia menegaskan pentingnya memaknai Hari Santri secara mendalam, bukan hanya merayakannya secara seremonial.
Ustaz Khusnul menjelaskan bahwa Hari Santri lahir dari kultur pesantren dan memiliki makna spiritual serta nasional yang kuat.
“Hari Santri dicetuskan oleh Presiden Abdurrahman Wahid, atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur. Jadi, ini bukan sekadar perayaan, tetapi bentuk penghargaan terhadap peran santri dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam euforia seremonial. Menurutnya, banyak perayaan besar seperti Hari Kemerdekaan, Maulid Nabi, Nuzulul Qur’an, dan Isra Mi’raj hanya ramai dirayakan tanpa memahami maknanya.
“Banyak orang terlena dengan perayaan. Padahal, jangan sampai perayaan yang sejatinya bertujuan baik untuk menumbuhkan rasa cinta dan mengenalkan makna peristiwa justru kehilangan inti dan tujuannya,” ujarnya” katanya.
Ustaz Khusnul menilai, memperingati itu penting, tetapi memaknai lebih utama. Ia menekankan nilai utama santri yaitu kesederhanaan, keilmuan, dan kemandirian.
“Santri itu identik dengan kesederhanaan, dengan ilmu-ilmu keislaman, dan dengan kemandirian. Karena itu, HSN harus menjadi media untuk memperkenalkan kepada dunia bahwa santri bukan simbol keterbelakangan atau kemunduran. Santri justru bagian dari bangsa ini yang siap membangun sesuai kemampuan dan bidangnya,” jelasnya.
Di akhir wawancara, ia menegaskan bahwa santri dan pesantren harus terus menjadi fondasi moral dan pusat ilmu bangsa.
“Santri dan pesantren hendaknya menjadi fondasi moral bangsa sekaligus pusat ilmu yang membawa kemajuan dan pencerahan bagi masyarakat luas,” tutup Ustaz Khusnul Khoir Pulungan
Pimpinan Redaksi: Ustadz Idris Syahputra
Penanggung Jawab Redaktur : Ustadz Aep Saepullah M.Si
Redaktur: Muhammad Syafiq ZIyad
Reporter: Azzah Aliyah

