Seminar Motivasi “From FOMO to JOMO”: Gen Z Belajar Bersyukur

dsc00015 11zon

Bandung, 8 November 2025 — Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar seminar motivasi bertajuk “From FOMO to JOMO: Syukur di Tengah Comparison Culture” pada Sabtu
Kegiatan ini menghadirkan Teh Lina Budiyarti sebagai pembicara utama dan menarik antusiasme tinggi dari para mahasantri.

Sejak awal, panitia mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan anak muda. Topik yang dibahas ialah kecemasan sosial dan budaya perbandingan di media sosial.
Melalui seminar ini, peserta belajar mengubah FOMO (Fear of Missing Out) menjadi JOMO (Joy of Missing Out) — kebahagiaan karena mampu menikmati hidup dengan kesadaran penuh.


Teh Lina Budiyarti Ajak Generasi Muda Menemukan Makna Syukur

Dalam sesi utama, Teh Lina Budiyarti menjelaskan bahwa banyak anak muda merasa tidak cukup baik karena terlalu sering membandingkan diri di media sosial.
Ia menegaskan bahwa rasa syukur dan qana’ah menjadi kunci untuk mencapai kebahagiaan sejati.

“Media sosial seharusnya menjadi sumber inspirasi, bukan tempat menumbuhkan iri hati. Kuncinya ada pada qana’ah — merasa cukup dan sadar akan nilai diri,” ujar Teh Lina dengan semangat.

Selain itu, ia mengajak peserta untuk terus mengembangkan diri dengan kesadaran dan rasa syukur.
Menurutnya, setiap orang memiliki waktu dan jalan hidup yang berbeda. Karena itu, penting bagi setiap individu untuk menikmati proses tanpa tekanan perbandingan.


Suasana Seminar Hangat dan Interaktif

Denifa Zelda Makuta Khalifa memandu acara dengan penuh semangat.
Ia menjaga suasana tetap hidup dan mendorong peserta untuk aktif berdiskusi.
Selama sesi tanya jawab, para mahasantri menyampaikan pandangan dan pengalaman pribadi tentang tekanan sosial di media digital.

Suasana seminar terasa hangat dan menyenangkan.
Pemateri dan peserta berinteraksi secara terbuka, saling bertukar pandangan, dan menebarkan energi positif.
Melalui dialog ini, peserta semakin memahami makna bersyukur dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan dan Harapan dari Teh Lina Budiyarti

whatsapp image 2025 11 09 at 13.41.48 891539c4

Setelah sesi berakhir, tim peliput mewawancarai Teh Lina untuk mendengar kesannya.
Ia mengungkapkan rasa bahagia atas semangat dan antusiasme tinggi dari para mahasantri.

“Seru banget, pesertanya antusias dan semangat banget buat meng-upgrade diri. Banyak insight baru, bisa ketemu orang-orang hebat juga. Harapan saya, semoga apa pun yang sudah dipelajari di sini bisa membawa kalian pada value yang lebih tinggi lagi — lebih berkembang dan siap menghadapi dunia,” tutur Teh Lina Budiyarti.

Ia juga berharap para peserta menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dalam kehidupan nyata.
Dengan begitu, mereka tidak hanya mendapat inspirasi, tetapi juga perubahan sikap yang lebih positif dan berdaya.


Menumbuhkan Rasa Syukur di Era Digital

Melalui seminar ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung membantu para mahasantri menumbuhkan rasa syukur dan kesadaran diri.
Kegiatan ini juga mengingatkan mereka agar tidak mudah terjebak dalam budaya perbandingan di media sosial.

Dengan semangat syukur, peserta belajar menjalani hidup yang lebih tenang, produktif, dan bermakna.
Akhirnya, seminar ini menjadi ruang reflektif untuk memahami bahwa kebahagiaan sejati hadir dari penerimaan diri dan rasa cukup.

Pimpinan Redaksi:  Ustadz Idris Syahputra

Penanggung Jawab Redaktur : Ustadz Aep Saepullah M.Si

Redaktur: Muhammad Syafiq ZIyad

Reporter: Azzah Aliyah


Dokumentasi Semot

3 komentar untuk “Seminar Motivasi “From FOMO to JOMO”: Gen Z Belajar Bersyukur”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *